Minggu, 09 Februari 2014

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Pemilihan Abang None Jakarta

Abang None Duta Pariwisata Kota Jakarta

Abang dan None sebuah lomba pemilihan remaja putra-putri terbaik yang tidak terbatas pada seleksi ketampanan atau kecantikan, tetapi juga intelegensi pengetahuan umum, bakat di bidang seni budaya dan lain-lain. Lomba ini telah berlangsung sejak tahun 1968. Abang merupakan panggilan untuk orang laki-laki yang kedudukannya lebih tua dalam struktur keluarga atau kenalan dalam bahasa Betawi. Sedangkan None merupakan sebutan atau panggilan untuk orang perempuan yang masih muda dan belum bersuami. Para Abang dan None diseleksi oleh masing-masing daerah Tingkat II di seluruh wilayah DKI Jakarta, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kabupaten administratif Kepulauan Seribu. Setelah terpilih lima pasangan kemudian dikirim ke tingkat Provinsi untuk kemudian dilakukan pemilihan dan penyeleksian lagi. Abang None bertugas satu tahun menjadi duta pariwisata Provinsi DKl Jakarta yang dalam peranannya secara aktif melakukan sosialisasi dan promosi kepariwisataan baik di dalam maupun di luar negeri. Abang dan None sebagai generasi muda yang diharapkan mampu menjadi cerminan generasi muda Jakarta yang berkualitas unggul dan juga memiliki kepekaan sosial. Abang dan None adalah Duta Muda Wisata yang terdiri dari pemuda-pemudi terbaik bangsa. loyal dan total dalam melakukan perubahan pariwisata kota Jakarta.

( Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta )

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar Tahun 2014

Hikayat dan Pantun betawi

Berdasarkan kebiasaan orang Betawi mendengarkan pembacaan hikayat yang disampaikan tukang cerita atau sohibul hikayat, kita dapat memperkirakan sejak kapan masyarakat Betawi mengenal dan mengembangkan kesusastraannya. Demikian pernyataan Yahya Andi Saputra Budayawan Betawi Lembaga Kebudayaan Betawi disela kegiatan Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta di Gedung Miss Tjitjih Kemayoran Jakarta Pusat belum lama ini. “Hikayat yang terkenal dan sering disampaikan tukang cerita adalah Hikayat Amir Hamzah” tandasnya. Menurutnya tukang cerita atau sohibul hikayat sering pula membawakan cerita-cerita dari khazanah naskah klasik, seperti Hikayat si Miskin atau Hikayat Sultan Taburat. Disampaikan dalam bahasa Melayu Betawi dan terdiri dari beberapa episode cerita. “Fungsi sohibul hikayat sejak awal hingga kini tidak berubah, yaitu sebagai alat dakwah, pendidikan, dan hiburan” jelasnya. Meskipun kemudian banyak karya-karya sastra Betawi yang diterbitkan dalam bentuk tertulis tangan dan cetakan, tidak berarti tradisi sastra lisan mati. Di langgar (surau) atau masjid, para murid pengajian masih sering mendendangkan sastra lisan, seperti pantun dan syair. “Tukang cerita atau sohibul hikayat yang membawakan kisah-kisah Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sultan Taburat, atau hikayat lain, masih sering diundang dalam acara-acara tertentu” ungkapnya. Pantun kian diminati generasi muda. Sering kita dengar seorang pembawa acara memulainya dengan pantun. Begitu pula tidak sedikit penyiar radio, membuka program siarannya dengan pantun. “Di media social facebook, twitter, dan lainnya kita temui macam-macam grup pantun” tambahnya. (ziz)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar Tahun 2014

Menjadi Sutradara Tidaklah Mudah 

Dengan berani melakukan dengan terus berupaya (belajar) menjadi sutradara yang baik adalah langkah yang juga patut dipuji. “Terutama bagi guru kesenian serta guru bahasa dan sastra Indonesia” kata Madin Tyasawan Tokoh Teater Dewan Kesenian Jakarta disela kegiatan Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta di Gedung Miss Tjitjih Kemayoran Jakarta Pusat belum lama ini. Dijelaskannya bahwa dimana pelajaran teater masuk dalam kurikulum atau silabus pengajarannya. Oleh karena itu kemampuan mengajar teater sekaligus menjadi sutradara pada pentas teater di sekolah amatlah diharapkan. Sehingga efektifitas pengajaran teori di kelas dan penerapan praktik di lapangan mendapat korelasi positif dalam mengukur tingkat keberhasilan pengajaran teater di sekolah. “Dengan demikian akhirnya pendidikan kesenian (baca:teater) yang tidak dianggap penting itu, juga tidak didukung oleh kemampuan tenaga pengajarnya yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, bisa ditepis dengan kemampuan guru yang memadai” ungkapnya. Dengan pengetahuan yang mencukupi karena memiliki motivasi yang kuat dan ketekunan dalam mengupayakan peningkatan kualitas diri. “Selain itu juga mampu membuktikan bahwa guru bias menjadi sutradara teater yang handal” tandasnya. (ziz)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar Tahun 2014

Perkembangan Seni Pertunjukan Harus Disikapi Dengan Arif dan Bijaksana

Dalam rangka meningkatkan apresiasi seni khususnya seni pertunjukan sejak usia dini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengadakan program Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar. Diselenggarakannya kegiatan tersebut bertujuan menciptakan sinergi antara guru Pembina seni dengan pelajar dalam meningkatkan minat dan motivasi serta mengembangkan kreativitas terhadap seni khas Betawi. Ahmad Ghozali Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bersama Rus Suharto Kepala Seksi Komunitas Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa munculnya berbagai industri hiburan sangat mempengaruhi perkembangan seni pertunjukan di kota Jakarta. Tetapi hal tersebut harus disikapi dengan penuh arif dan bijaksana. “Karena itu sebuah tantangan yang harus dijadikan semangat untuk meningkatkan kreativitas” ungkapnya disela kegiatan Peningkatan Apresiasi Seni Pertunjukan Bagi Pelajar Tahun 2014 di Gedung Miss Tjitjih Kemayoran Jakarta Pusat belum lama ini. Dijelaskannya bahwa kegiatan ini adalah untuk mengembangkan seni pertunjukan di Jakarta. Diharapkan para guru untuk membimbing siswa untuk terus belajar. “Dan kiranya hal ini dapat menjadi langkah awal bagi perkembangan seni pertunukan ke depan” jelasnya. Menurutnya pertunjukan yang akan digarap dan dikembangkan melalui kegiatan ini meliputi 4 (empat) cabang seni yang terdiri dari seni tari, seni vokal/suara, seni musik, dan seni teater/drama. Adapun materinya meliputi, workshop karya pertunjukan, seleksi naskah hasil workshop, dan pementasan karya yang lolos seleksi. Pementasan karya pertunjukan itu sendiri akan diselenggarakan di ruang/gedung pertunjukan di 5 (lima) wilayah Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta. “Kegiatan pementasan tersebut akan disinergikan dengan pagelaran wayang senggol dan bimbingan teknis/coaching clinic 2 (dua) seni tradisi Betawi, yaitu pantun dan gambang rancak” tambahnya. (ziz)

Suku Dinas Olahraga dan Pemuda Jakarta Selatan

Seleksi Pemuda Pelopor Jakarta Selatan Tahun 2014

Kepeloporan Pemuda Refleksikan Kekuatan Kepemimpinan Masa Depan

Kepeloporan dalam persepektif kepemimpinan merefleksikan suatu kekuatan yang memiliki kontribusi signifikan dalam terbentuknya kualitas, akuntanbilitas masyarakat dan pemimpin itu sendiri. Hal tersebut mengindikasikan terhadap kebutuhan campur tangan managerial, pengakuan, penghargaan dan pemberdayaannya. Pemberian penghargaan untuk mengabadikan figur pemuda pelopor secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten /kota, provinsi dan nasional. Pada hari Senin- Selasa tanggal 9-10 Juni tahun 2014, Suku Dinas Olahraga dan Pemuda Jakarta Selatan bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Jakarta Selatan Tahun 2014 di PPPP Bahasa Jalan Gardu Lenteng Agung Jakarta Selatan. Bidang kepeloporan pemuda yang dilombakan, yaitu : bidang pendidikan, Sosial budaya dan pariwisata, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, industri pangan dan kesehatan, komunikasi dan informasi. Persyaratan atau ketentuan umum bagi peserta, sebagai berikut : WNI usia 16 s.d 30 tahun, surat SKCK, belum pernah mendapat penghargaan pemuda pelopor, tidak sedang mengikuti proses penilaian kepeloporan, memiliki suatu karya nyata bidang kepeloporan, implementasi kepeloporan minimal 2 (dua) tahun, rekomendasi (Kasie Orda Kecamatan, Ormas, LSM Kepemudaan, tidak menggunakan fasilitas negara, tak berstatus PNS. Yang berhasil lolos seleksi pemilihan pemuda pelopor tahun 2014 ini dan berhak melanjutkan ke tingkat Provinsi DKI Jakarta adalah : 2 (dua) orang wakil Kec. Pasar Minggu, 2 (dua) orang wakil Kec. Jagakarsa, 2 (dua) wakil Kec. Pesanggrahan. (ziz)